Tuesday, February 11, 2014

Perjalanan Pilu

Hi sobat,
Tadi sore aku memimpikan mu. Bukan hanya kamu, tapi aku juga bersama seorang wanita yang bernyanyi bersama ku. Dia mempunyai perangai yang ramah, selalu tersenyum, suaranya membahagiakan hatiku. Saat itu aku bersamamu juga, dan aku hampir lupa kalau itu adalah mimpi. Rasanya, hidup seperti itu sangat menyenangkan, bersama kekasih dan sahabat. Mungkin senyumku akan mimpi itupun belum habis sampai malam kembali melelapkanku. Sungguh, itu mimpi yang sangat indah.

Transformasi
Seberapa pentingkah untuk mengenal diri kita sendiri? Aku dulu mungkin akan lebih senang memerhatikan soal hitung-hitungan, ketimbang hal-hal yang bersifat filosifis. Tapi beginilah hidup, kita tumbuh menjadi semakin dewasa, hingga kita sadar akan nilai yang ada dalam diri kita.

Aku lahir di keluarga yang minim pendidikan. Syukur, aku bisa lanjut hingga ke bangku perkuliahan. Ibu dan ayahku hanya mampu menempuh pendidikan SMA. Begitupun mayoritas adik-adik atau kakak-kakak dari kedua orang tua ku. Mereka tidak memiliki background pendidikan yang seperti orang lain punya. Kami keluarga sederhana, yang tinggal dilingkungan sederhana. Kita mungkin boleh menilai orang lain, asalkan kita memang benar-benar memikirkan dari segala sudut pandang, termasuk background keluarga.

Bingung. SD, SMP, dan SMA, semuanya berjalan lancar. Nilai pas-pasan dan prestasi yang juga pas-pasan.

Remaja. Masa yang tanpa harus berfikir panjang. Memandang hidup hanya sebatas sesuatu yang harus dijalani, tanpa terencana, tanpa memandang arti kehidupan itu sendiri.

Perkuliahan. Kita tidak bisa hanya bermodal pas-pasan. Pasalnya uang SPP mahal! Orang tua cari duit susah, modal pas-pasan hanya akan membebani jiwa dan mengecewakan orang tua. Masa perkuliahan adalah masa transisi antara remaja menuju kedewasaan. Sudah dewasa? Belum, namun inilah masa transisi, dimana informasi-informasi yang diperlukan untuk menjadi dewasa dikumpulkan. Dengan background keluarga dan pemahaman saya ketika remaja, saya tersesat. Mungkin ada kata lain yang dapat menggambarkannya lebih baik, tapi saya dulunya memang tersesat.

2 Tahun
"Ngapain aja selama dua tahun ini?" Merupakan pertanyaan tersulit, karena tidak bisa digambarkan dalam bentuk kalimat. Untuk mengetahui hal tersebut, saya mau orang itu benar-benar merasakan, bukan hanya sekedar anggukan setuju.

Aku rasa, duat tahun itu merupakan tahun yang sangat produktif dalam pengumpulan informasi yang membentuk karakter ku sebagai orang dewasa. Masuk UNDIP, bergaul dengan orang-orang disana, membiasakan kehidupan yang berbeda budaya. Bukan itu kendalanya, hanya saja saat itu saya benar-benar tersesat, dan saat itu memang merupakan masa transisiku. Hingga aku mengambil keputusan, keluar dari sana. Karena aku bisa rasain kalau aku ga akan maksimal belajar disana.

"Daripada aku harus lanjut, dan menghabiskan lebih banyak uang, aku keluar!"

Akhirnya keputusan itu aku buat. Aku keluar. Bukan suatu pilihan yang mudah, namun memang sudah jalannya harus ditempuh seperti itu. Disana aku hidup merantau, sambil mencari beasiswa maupun lowongan kerja. Akhirnya aku ketemu dengan konsultan pendidikan Alfalink. Akhirnya membawaku dengan peluang beasiswa Nilai University (Malaysia) dan Asia-Pacific University (Jepang). Sambil mengurus beasiswa ini, aku ikut kegiatan-kegiatan sosial, seperti sukarela mengajar anak-anak.

Inilah yang perlu diklarifikasi, kegiatanku di Forum For Indonesia (FFI) dan AIESEC sama sekali tidak mempengaruhi keputusanku untuk keluar dari UNDIP. Keputusanku itu murni karena keinginan diriku sendiri. Kegiatan-kegiatan kepemudaan maupun sosial yang kulakukan waktu itu, hanyalah menjadi pengisi waktu yang sangat luang waktu itu. Bayangkan saja, sementara yang lain kuliah, saya hanya bisa terbaring dikasur, tidur-tiduran. Bukankah mengisi aktivitas dengan kegiatan sosial lebih positif?

Terima kasih rekan-rekan dari IYLS, FFI, AIESEC, E-Star ITB, NuMUN, IYCS, dan JOVED yang telah membuka pemahamanku lebih dalam terhadap dunia yang kita geluti dan mengajarkan banyak hal untuk dapat menjadi manusia yang berguna. "Guys, Love you...!" Pengalaman yang kudapat selama perjalanan-perjalanan itu begitu berharga hingga tak ternilai. Tentunya tidak semua orang bisa mendapat kesempatan sepertiku, walaupun untuk saat ini aku masih jauh di bawah rata-rata.

Kerja
Saat itu ketika menjadi moderator untuk MLC International Camp, si CEO-nya tanya, singkatnya itu berupa tawaran kerja di salah satu perusahaan telekomunikasi.

Itu mungkin pengalaman terpahit selama dua tahun tersebut. Tapi aku ga bisa kan, cuma tidur-tiduran di kosan? Aku harus melakukan aktivitas. Tawaran pekerjaan, tentunya menjadi angin segar ketika itu, selain bisa menghabiskan waktu, pekerjaan tersebut juga menawarkan gaji yang lumayan. Tapi aku salah, ga seharusnya aku menyepelekan pekerjaan sebagai kegiatan pengisi waktu luang.

Tanpa persiapan yang matang, performa kerjaku pun sangat buruk. Bisa dibayangkan, ada seorang anak kecil yang masuk ke kantor untuk mencoba bekerja, pastinya anda akan terasa risih. Anak kecil itulah diriku saat itu. Pahitnya lagi, gara-gara kerjaan yang diluar dugaan (benar-benar diluar prediksi), aku ga bisa mengejar persiapan untuk SNMPTN 2012. Dari sisi pekerjaan aku hanya dapat cacian, sementara dari sisi pendidikan aku ga lulus SNMPTN. Benar-benar masa yang gelap.

Tak juga semua itu menjauhkan ku dari rasa syukur. Dari kejadian itu aku belajar untuk mengambil keputusan, lebih kritis dan jeli terhadap suatu tawaran, lebih memerhatikan hak kedua belah pihak, dan gambaran masa kerja. It's priceless. Aku bersyukur karena masalah ini datang lebih awal saat aku berumur 18 tahun. Ternyata setelah sampai kini, ada banyak orang yang jatuh ke lubang yang sama seperti ku dulu.

Banyak sekali faktor kenapa pekerjaan itu sangat memberatkan diluar dari yang kusebutkan di atas. Karena ini menyangkut pihak ketiga, jadi aku ga bisa untuk berbicara lebih panjang. Sekarangpun, aku mencoba untuk melihat semua dari sisi positifnya.

Terima Kasih
Ada sebuah nama yang sangat mempengaruhi perjalanan dua tahun ku itu. Mutiara Hikma Mahendradatta, seorang yang pintar, jenius, dan inspiratif. Dikenal juga dengan nama Andromeda Kanginan, nama penanya untuk beberapa buku yang ditulisnya. Selalu menjadi motivasiku, bahkan hingga kini. Orang ini sering ku jadikan contoh ketika memotivasi para perempuan untuk lebih mandiri dan berprestasi.

Kini dia sudah berkeluarga dan sedang mengandung seorang anak di Korea Selatan, sambil melaksanakan kuliahnya. Ahh.... Rasanya ikut bahagia :)

Untuk semuanya Mut, Aku berterima kasih.

Beasiswa
Sudahlah, akupun sudah ikhlas. Seandainya saya di Inggris, bagaimana saya bisa menenangkan pikiran mama di kala masalah yang sedang dihadapi keluarga kami seperti saat ini. Seandainya saya di Jepang, bagaimana saya akan ada didekat mama, kala ia sakit. Seandainya saya di Malaysia, harus berapa uang yang harus saya keluarkan untuk membeli tiket pulang-pergi Banda Aceh-KL. Aku kepala keluarga disini, dan tidak mungkin aku hanya meninggalkan tanggungjawabku begitu saja. Intinya, aku berbeda dengan yang lain, beban ku berbeda dengan anak lainnya.

Paling penting lainnya, perjalanan panjang itu telah mempertemukan saya dengan sobat-sobat baru, yang superb!

Bersambung...

Monday, February 3, 2014

Mini-Aquaponic System (Interior)

Aquaponic mini

tomato's sprouts

It Only Takes Small


Kecil-kecil menggeliat dan bikin orang geli-geli. Yep, cacing yang berukuran mikro ini disebut microworms. Penggunaan cacing ini adalah sebagai pakan burayak (anak ikan yang masih kecil). Mengapa harus cacing? Sebenarnya tidak harus cacing, untuk burayak bisa diberi Brine Shrimp atau Daphnia, bahkan disarankan microworms untuk burayak yang sudah berusia mingguan. Masalahnya adalah, burayak hanya memakan umpan yang bergerak. Kalaupun kita menebarkan pellet sebanyak apapun, selama itu tidak bergerak, burayak tidak akan memakannya. Sisa dari pelet ikan berbahaya, karena dapat meningkatkan pH air dan mengurangi kadar oksigen dalam air. Sehingga burayak akan mati.
Microworms sendiri cukup unik. Tadi pagi gw panin nih microworms, dan malamnya mereka langsung banyak lagi. Haha... keren kan? Reproduksi mereka memang cepat. Jadi jangan khawatir akan kehabisan stock. Mungkin wadah kulturnya saja yang harus diperbarui setiap minggu. Cara mengkultur microworms dapat dilihat di google, banyak kok infonya.

Friday, January 24, 2014

First Birth Delivery

Masih ingat dengan guppy yang gw karantina? Nah sekarang yang betinanya udah melahirkan. Sayangnya cuma dua anakan yang selamat :'(


Guppy's fries
Dead Fries

Pakan benih (pelet yang dihancurin)

Saturday, January 18, 2014

Lettuce in My Bucket

Ini udah gw tarok ke ember seladanya ;) Masih layu, tapi pasti dalam beberapa hari kedepan mereka akan segar kembali. Well, kita doakan mereka cepat tumbuh :D






Welcome to the new family :)

Redworms are nice friends for your aquaponics. ;) Yes, it is said would help to provide nutrients for plants. Hmm.. actually it is not providing but as the accelerator to absorb the nutrients from the water. Otherwise, the water will bring along all the essential nutrients back to the pond, which means your plants have nothing to eat! Hence redworms are something you should not overlook for your aquaponics.

Here they are.. welcome my kiddos >.<

redworms

ups they're escaping 

Tuesday, January 14, 2014

Satu Pucuk Baru

Ini udah hari keberapa ya? mungkin ke-10. Sistem aquaponic gw yang berumur 10 hari, akhirnya menumbuhkan satu pucuk baru bibit cabe rawit. ^_^! Pertumbuhan ini signifikan dan dapat diamati dengan jelas. Untuk daun seledrinya, udah ga usah ditanya, daun-daun barunya terus bermunculan.

Masalahnya, tanaman dalam sistem aquaponik ini tidak tahan panas, mereka akan layu ketika terkena matahari. Apakah karena kurang nutrisi? Mungkin saja, karena akar dari masing-masing tumbuhan belum tumbuh maksimal seperti pada sistem aquaponik umumnya. Untuk membantu penangkapan nutrisi yang maksimal, berdasarkan hasil yang saya dapat diinternet, cacing tanah dapat membantunya. Berarti tugas lagi nih buat nambahin cacing tanah ke dalam sistem ^_^! Sebenarnya tanaman tidak masalah kalau tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Dan untuk saat ini gw menggunakan alat bantu kain agar tanaman tidak terkena matahari secara langsung. Kainnya juga suka gw basahin biar temperaturnya tidak terlalu panas.


Monday, January 13, 2014

Internet Provides You Anything

Nyari-nyari buku tapi ga ketemu?

Gampang gan, sekarang jamannya internet, lu bisa download secara gratis. Jadi, kemarin gw pengen banget punya novel ringan jepang yang judulnya Log Horizon. Ketemunya malah di baka-tsuki, alias web yang menyediakan tranlasi dari novel-novel ringan di Jepang.

Karena pengen banget punya bukunya dan ga kesampaian, nih novel gw ambil dari web, trus gw print ;p

Jadinya kaya gini ni...
Itu harusnya Vol.4 bukan 5 --a


intip dalamnya ^_^

Tapi tetap ya, kita harus menghargai Hak Cipta karya orang lain. Sehingga, novel ataupun bacaan yang kita print itu baiknya tidak digunakan untuk kepentingan komersial, melainkan hanya untuk pribadi. Setidaknya kita ada usaha baik untuk menjaga Hak Cipta seseorang :)

Sunday, January 12, 2014

Smart Way to Make A Good Essay

Mau melamar beasiswa? Pasti tes pertama Essay.
Mau exchange? Pasti harus ngisi essay dulu.
Mau melamar aplikasi apapun, termasuk intern, kamu harus membuat essay.

Apakah membuat essay itu susah?
Kalau menurut gw sih tergantung. But one thing for sure, essay itu menjadi mudah saat kamu berhasil membuat dirimu enjoy dengan tulisan-tulisan itu. Jadi kita nulisnya memang berdasarkan potensi yang ada di diri kita. Dengan kata lain, mengembangkan potensi diri = mengembangkan kemampuan menulis essay. Masalahnya tidak semua orang mampu terbiasa menjabarkan sesuatu melalui tulisan. Gw termasuk salah satunya, gw sulit untuk membuat kata-kata yang ingin ditulis itu mengalir di otak gw, gw ga bisa. Nah untuk mengatasinya, inilah beberapa tahapan gw saat menulis essay.

1. Tulis poin atau hal terkait yang ingin dibawa dalam essay. Poin-poin ini dibagi menjadi 3 katagori utama;
1.a. Background, >> Mengapa hal tersebut perlu diangkat
1.b. Contents >> Anggaplah ini tempat basa-basi, dibagian ini kita bebas meletakkan poin apa saja.
1.c. Closure >> Kesimpulan, buat satu atau dua kalimat yang dapat menjelaskan maksud kita dari keseluruhan essay. Bila Essay lebih dari satu paragraf, setiap paragrafnya diberikan penutup atau kalimat penjelas.

2. Tentukan prioritas setiap poin. Bagi gw, kalau menentukan prioritas masalah ketika membuat essay itu ga bisa langsung, harus ditulis poin-poinnya, baru di nilai mana yang lebih prioritas. Menilai suatu prioritas itu gampang, pertama mana yang paling jelas dan banyak orang waspada terhadap isu itu. Mungkin kita memiliki sudut pandang sendiri dan berbeda dengan banyak orang. Namun untuk essay cobalah untuk memprioritaskan hal yang dianggap penting bagi mayoritas. Ini disebut juga dengan Common Sense hal ini merupakan analisis dasar terhadap suatu masalah. Contohnya adalah, orang tidak suka dengan rasa pahit, walaupun ada orang suka (kopi) pahit. Selain common sense suatu masalah menjadi prioritas ketika masalah itu benar-benar memberikan dampak secara langsung. Contohnya akibat sistem sanitasi yang kurang baik, wabah malaria banyak terjadi pada penduduk sekitar. Dibandingkan dengan masalah yang akan terjadi 5 tahun kedepan, atau ketika dampaknya hanya dapat diprediksikan, dampak langsung mempunyai prioritas yang lebih besar walaupun skalanya lebih kecil. Jadi ketika menemukan masalah dengan dampak yang skalanya besar, belum tentu bisa menjadi prioritas utama. Sebaliknya masalah yang dampaknya mempunyai skala kecil, lebih diprioritaskan kalau masalah itu memberikan dampak langsung atau pernah terjadi. Ini menunjukkan bahwa kita sangat paham situasi saat ini dan ingin melakukan perubahan untuk menghilangkan dampak dari masalah tersebut.

3. Setelah diprioritaskan, masing-masing poin dijabarkan. Contoh(!) Contoh suatu kasus sangat penting. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita tulis bukan sebatas pemahaman kita dalam konteks teori namun juga secara real. Jadi yang perlu diingan ketika menjabarkan masing-masing poin, kita harus mengaitkannya dengan contoh yang ada disekitar kita.

4. Edit, proses pengeditan dilakukan setelah kita menuliskan seluruh essay, sampai puas. :D Editnya entar tinggal hapus-hapus aja bagian-bagian yang terlalu bertele-tele. Ini salah satu tips nya, jika anda diberikan batas karakter, huruf atau halaman dalam syarat menulis essay, pastikan kamu benar-benar memenuhi syarat itu. Syarat batasan tersebut dibuat karena yang review ngga sanggup baca ntar kalau essaynya kepanjangan :p , makanya diberi batasan. Ini serius lo, ga main-main!

Lebih dan kurang gitu sih tahapan yang gw tempuh kalau mau nulis essay. BTW gw nge-review berkali-berkali sebelum mengirim aplikasinya. Misalnya kamu ingin apply beasiswa deadlinenya tanggal 15, essay itu dibuat ya jauh-jauh hari sebelum deadline. Nah satu atau dua hari sebelum deadline, essaynya diperiksa, siapa tau ada ilmu tambahan yang sangat mempengaruhi essay kamu. Jadi kita bisa perbaiki essaynya. ;')



OK, ini hal-hal yang perlu diperhatikan kalau menulis essay;
1. Apa sih yang diinginkan si penilai?
Apakah itu kemampuan kamu secara akademik, atau breakthrough mindset kamu yang dicari. Ini semua harus diperhatikan.
2. Kalau yang dicari adalah kemampuan bahasa kamu, cobalah gunakan diksi yang bervariasi. Sehingga tidak terkesan monotone. Ini juga trik menulis essay saat IELTS, sehingga si penilai akan mengetahui kalau kamu menguasai banyak kosa kata.
3. Cobalah tanyakan review kepada teman yang benar-benar mengetahui potensi mu. Karena mereka bisa memberikan masukkan yang berharga.
4. REVIEW
5. REVIEW
6. BELIEVE
7. SEND THE APPLICATION


Saturday, January 11, 2014

Hi Cahya, Selamat Ulang Tahun ;')

Keponakan gw Cahya, kemarin berulang tahun. Nyesal gw ga bisa datang saat acara ulang tahunnya. Gw ga bisa datang karena keterbatasan mobilitas, atau dengan kata lain, ga ada motor :p
Jadi semalam gw diantarin nasi goyeng. Yummy..!!!

Happy Birthday my sweety ^_^ May all your dreams come true, remember Allah loves you always dear ;)

Jagung

        Ini tanaman jagung yang gw tanam pas ada percobaan biologi, magnoliosida dan liliopsida. Jagung atau Zea mays. termasuk sub-divisi magnoliopsida atau disebut juga monokotil. Ini umurnya udah sekitar 1 atau 2 bulan setelah ditanam ;) sebenarnya ada banyak bibitnya, karena keterbasan lahan, hanya beberapa saja yang ditanam. Jagung yang satu ini ternyata sudah berbunga :D Bunga yang diatas itu merupakan bunga jantannya, dan betinanya akan tumbuh disela-sela pelepahnya, atau disebut juga buku daun, yaitu diantara pelapah dan batang. Bunga jantan memang lebih cepat matangnya dibandingkan dengan yang betina.

        Anehnya, gw baru tau kalau akar jagung itu ada yang di atas permukaan tanah. Btw, fungsi akar tersebut untuk apa ya?
tumbuhan jagung

Bunga Jagung Jantan

Akar Jagung yang berada di atas media tanam

Berhasil! Dan Diapun Tumbuh

           Aquaponic gw akhirnya sudah stabil dengan adanya tanda-tanda pertumbuhan  yang jelas dari Seledri dan bibit Cabe Rawit. Serta Ikan yang memiliki nafsu makan yang stabil, dalam artian ikan tidak stress dengan kondisi dari sistem aquaponik tersebut. ;)

Rangkaian Sistem Aquaponic

Aquaponic hari ke-1

Aquaponic hari ke-1
Tanaman dalam Aquaponic pada hari ke-7

Tanaman dalam Aquaponic pada hari ke-7, terlihat
pertumbuhan yang signifikan dari hari sebelumnya



Ikan sebagai pemberi nutrisi untuk tanaman

Breed The Guppies

Here I'm trying to breed my guppies, there are 2 male with 1 female guppies placed together. Hope they will give many guppies kids :D
This is also how I learn bio-genetic.

Anyway I got the female from my friend, David. His guppies have started to breed and given 6 babies. Hope I would gain more ;D

Bibit Selada

Bibit selada yang sudah tumbuh.
Hmm...
Sepertinya masih harus menunggu seminggu atau dua minggu lagi untuk dipindahkan ke sistem aquaponik.
Cepat tumbuh selada!

Pasar Pagi Kp. Ateuk

          Nah ini program yang selama ini digalakkan, yaitu membuat pasar tradisional menjadi pasar yang nyaman bagi para konsumen. Sekarang gw bisa liat hasilnya dan harus mengacungi jempol (y). Kalau ada sampah satu atau dua, yah, ga usah dikomen. Namanya aja juga pasar, satu atau dua sampah itu, anggaplah bumbu penyedap pasar tradisional. Haha... Selama konsumen nyaman, gw rasa program itu sudah cukup sukses. Mungkin masalah sampah, hanya masalah follow up-nya aja dari pemerintah. Sehingga para konsumen maupun penjual, bisa tertib dalam hal membuang sampah.

          Gw suka banget kalau diajak ngantar 'Tek Jus', sang juru masak dirumah, ke pasar. Kalau dulunya malas ke pasar, tapi sekarang ngga lagi. Karena pasar itu ga becek lagi, dan ga penuh dengan air paret yang meluap. Yep, kebayangkan jeleknya pasar rakyat dulu. Apa sih yang buat gw senang? Gw suka ngeliat anak-anak kecil disana akrab banget sama orang tuanya. Baik mereka itu pembeli atau penjual. Kalau yang membeli, pasti anaknya bantu bawain barang belanjaan. Kalau yang jual, anaknya bantu orangtuanya nyiapin barang dagangan, sweet moment banget. Kata orang, "bahagia itu simpel" nah bahagia gw ya sesimpel ini. ;) 

Areal parkir dan perkiosan
Pasar Utama, tempat beli-beli sayur

Kueh Ku




Tau Kue yang di atas apa namanya?
Saya pun baru tau belakangan nama kuenya. Kue tradisionalnya para keturunan China ini bernama Kue Ku. Konon hanya orang tionghoa aja yang bisa bikin nih kue. Kita sih orang 'pribumi' bisa, tapi ga seenak aslinya. Selain kueh ini, selera gw udah bergeser ke makanan-makanan tradisional lainnya. Biasanya ga terlalu suka, sukanya yang kue-kue orang barat punya. Ah tapi bosan juga, kebanyakan rasanya monoton, manis. 

Kue Ku sendiri memiliki rasa manis yang ga terlalu manis. Manis tepung dari tepungnya (amylum) bercampur baik dengan manis dari kacang hijau. So this is not simply sweet or so sweet, but more than that, the texture and everything are mixed very well. Enak banget buat kudapan kueh ini ;D

Ini gw beli di Simbun, salah satu toko kelontong yang letaknya di depan halaman Masjid Raya Banda Aceh. Satu kotak plastik terdiri dari 4 potong kueh Ku dengan harga 5rb rupiah. Wajar lah, harganya sebanding dengan kuehnya. Hmmm yummi..!!

Buat yang mau coba-coba, nih resepnya, hasil tanya dengan om google;

Infused Water

Nah ini resep eksperimen untuk infused water. Jadi di rumah ada sunkiss, anggur dan sawo, terinspirasi dari hasil browsing, gw buat dah tu infused water. Intinya, infused water merupakan minuman yang kaya akan nutrisi dari buah. Nah itu dia, tujuan utama dari infused water adalah mendapatkan sari buah kedalam air putih. Caranya cukup rendam buah yang sudah dipotong-potong kedalam air putih lalu didinginkan dalam kulkas selama beberapa jam. Setelah diminum (sekali minum) air bisa diisi ulang sebanyak mungkin sampai 3-5 hari tergantung buah katanya. Hehe...

Coba deh, rasa buahnya ga bakal cepat hilang dimulut. Pastinya, infused water ini sangat segar!


Friday, January 10, 2014

The Endless Journey

Setiap buku memiliki bab,
Setiap kehidupan memiliki tahap,
Setiap bab harus dimulai,
Setiap tahap harus dimulai,
Setiap bab harus dibaca,
Setiap tahapan kehidupan harus dijalani,
Ada saatnya bab harus berakhir,
Ada saatnya suatu tahap harus berakhir,
Antara satu bab dengan bab lain memiliki relasi cerita,
Antara satu tahapan dengan lainnya memiliki keterkaitan,
Bab selanjutnya bergantung pada cerita dari bab sebelumnya,
Apakah tahapan itu akan mudah atau sulit, semua bergantung dari tahapan sebelumnya,
Setiap cerita tercatat dalam suatu buku, hingga orang lain bisa belajar darinya,
Setiap hidup penuh cerita, ada yang tak tertulis agar ia terlupakan,
Ada yang tertulis agar dia dikenang,
Ada yang tak mampu tertuliskan yang akhirnya menghilang,
Dia hilang, karena kenangan tak memiliki jejak seperti kaki,
Hidupku ini berarti, setiap detiknya berarti,
Hingga dia harus tercatat,