Mau melamar beasiswa? Pasti tes pertama Essay.
Mau exchange? Pasti harus ngisi essay dulu.
Mau melamar aplikasi apapun, termasuk intern, kamu harus membuat essay.
Apakah membuat essay itu susah?
Kalau menurut gw sih tergantung. But one thing for sure, essay itu menjadi mudah saat kamu berhasil membuat dirimu enjoy dengan tulisan-tulisan itu. Jadi kita nulisnya memang berdasarkan potensi yang ada di diri kita. Dengan kata lain, mengembangkan potensi diri = mengembangkan kemampuan menulis essay. Masalahnya tidak semua orang mampu terbiasa menjabarkan sesuatu melalui tulisan. Gw termasuk salah satunya, gw sulit untuk membuat kata-kata yang ingin ditulis itu mengalir di otak gw, gw ga bisa. Nah untuk mengatasinya, inilah beberapa tahapan gw saat menulis essay.
1. Tulis poin atau hal terkait yang ingin dibawa dalam essay. Poin-poin ini dibagi menjadi 3 katagori utama;
1.a. Background, >> Mengapa hal tersebut perlu diangkat
1.b. Contents >> Anggaplah ini tempat basa-basi, dibagian ini kita bebas meletakkan poin apa saja.
1.c. Closure >> Kesimpulan, buat satu atau dua kalimat yang dapat menjelaskan maksud kita dari keseluruhan essay. Bila Essay lebih dari satu paragraf, setiap paragrafnya diberikan penutup atau kalimat penjelas.
2. Tentukan prioritas setiap poin. Bagi gw, kalau menentukan prioritas masalah ketika membuat essay itu ga bisa langsung, harus ditulis poin-poinnya, baru di nilai mana yang lebih prioritas. Menilai suatu prioritas itu gampang, pertama mana yang paling jelas dan banyak orang waspada terhadap isu itu. Mungkin kita memiliki sudut pandang sendiri dan berbeda dengan banyak orang. Namun untuk essay cobalah untuk memprioritaskan hal yang dianggap penting bagi mayoritas. Ini disebut juga dengan Common Sense hal ini merupakan analisis dasar terhadap suatu masalah. Contohnya adalah, orang tidak suka dengan rasa pahit, walaupun ada orang suka (kopi) pahit. Selain common sense suatu masalah menjadi prioritas ketika masalah itu benar-benar memberikan dampak secara langsung. Contohnya akibat sistem sanitasi yang kurang baik, wabah malaria banyak terjadi pada penduduk sekitar. Dibandingkan dengan masalah yang akan terjadi 5 tahun kedepan, atau ketika dampaknya hanya dapat diprediksikan, dampak langsung mempunyai prioritas yang lebih besar walaupun skalanya lebih kecil. Jadi ketika menemukan masalah dengan dampak yang skalanya besar, belum tentu bisa menjadi prioritas utama. Sebaliknya masalah yang dampaknya mempunyai skala kecil, lebih diprioritaskan kalau masalah itu memberikan dampak langsung atau pernah terjadi. Ini menunjukkan bahwa kita sangat paham situasi saat ini dan ingin melakukan perubahan untuk menghilangkan dampak dari masalah tersebut.
3. Setelah diprioritaskan, masing-masing poin dijabarkan. Contoh(!) Contoh suatu kasus sangat penting. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita tulis bukan sebatas pemahaman kita dalam konteks teori namun juga secara real. Jadi yang perlu diingan ketika menjabarkan masing-masing poin, kita harus mengaitkannya dengan contoh yang ada disekitar kita.
4. Edit, proses pengeditan dilakukan setelah kita menuliskan seluruh essay, sampai puas. :D Editnya entar tinggal hapus-hapus aja bagian-bagian yang terlalu bertele-tele. Ini salah satu tips nya, jika anda diberikan batas karakter, huruf atau halaman dalam syarat menulis essay, pastikan kamu benar-benar memenuhi syarat itu. Syarat batasan tersebut dibuat karena yang review ngga sanggup baca ntar kalau essaynya kepanjangan :p , makanya diberi batasan. Ini serius lo, ga main-main!
Lebih dan kurang gitu sih tahapan yang gw tempuh kalau mau nulis essay. BTW gw nge-review berkali-berkali sebelum mengirim aplikasinya. Misalnya kamu ingin apply beasiswa deadlinenya tanggal 15, essay itu dibuat ya jauh-jauh hari sebelum deadline. Nah satu atau dua hari sebelum deadline, essaynya diperiksa, siapa tau ada ilmu tambahan yang sangat mempengaruhi essay kamu. Jadi kita bisa perbaiki essaynya. ;')
OK, ini hal-hal yang perlu diperhatikan kalau menulis essay;
1. Apa sih yang diinginkan si penilai?
Apakah itu kemampuan kamu secara akademik, atau breakthrough mindset kamu yang dicari. Ini semua harus diperhatikan.
2. Kalau yang dicari adalah kemampuan bahasa kamu, cobalah gunakan diksi yang bervariasi. Sehingga tidak terkesan monotone. Ini juga trik menulis essay saat IELTS, sehingga si penilai akan mengetahui kalau kamu menguasai banyak kosa kata.
3. Cobalah tanyakan review kepada teman yang benar-benar mengetahui potensi mu. Karena mereka bisa memberikan masukkan yang berharga.
4. REVIEW
5. REVIEW
6. BELIEVE
7. SEND THE APPLICATION