Nah ini program yang selama ini digalakkan, yaitu membuat pasar tradisional menjadi pasar yang nyaman bagi para konsumen. Sekarang gw bisa liat hasilnya dan harus mengacungi jempol (y). Kalau ada sampah satu atau dua, yah, ga usah dikomen. Namanya aja juga pasar, satu atau dua sampah itu, anggaplah bumbu penyedap pasar tradisional. Haha... Selama konsumen nyaman, gw rasa program itu sudah cukup sukses. Mungkin masalah sampah, hanya masalah follow up-nya aja dari pemerintah. Sehingga para konsumen maupun penjual, bisa tertib dalam hal membuang sampah.
Gw suka banget kalau diajak ngantar 'Tek Jus', sang juru masak dirumah, ke pasar. Kalau dulunya malas ke pasar, tapi sekarang ngga lagi. Karena pasar itu ga becek lagi, dan ga penuh dengan air paret yang meluap. Yep, kebayangkan jeleknya pasar rakyat dulu. Apa sih yang buat gw senang? Gw suka ngeliat anak-anak kecil disana akrab banget sama orang tuanya. Baik mereka itu pembeli atau penjual. Kalau yang membeli, pasti anaknya bantu bawain barang belanjaan. Kalau yang jual, anaknya bantu orangtuanya nyiapin barang dagangan, sweet moment banget. Kata orang, "bahagia itu simpel" nah bahagia gw ya sesimpel ini. ;)
![]() |
| Areal parkir dan perkiosan |
![]() |
| Pasar Utama, tempat beli-beli sayur |


No comments:
Post a Comment